Universitas Alkhairaat (Unisa) melalui Badan Administrai Akademik, Kemahasiswaan dan Sistim Informasi (BAAK-SI) menggelar sosialisasi Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Peningkatan Mutu Data (PMD) dosen, di aula Fakultas Perikanan Unisa, Kamis (08/02).

PIN sendiri merupakan kebijakan dari Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekditki) yang diberlakukan pada 2017 secara bertahap. PIN berbeda dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM). PIN akan diberikan pada tahap akhir ketika mahasiswa menyelesaikan proses perkuliahan.

Wakil Rektor I Unisa, Dr. Ahsan Mardjudo, mengatakan, Unisa sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah, harus mampu membuktikan keberadaannya diantara perguruan tinggi yang ada. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu kerja keras semua pihak terkait.

“Kita harus buktikan kalau Unisa ada dan mampu bersaing,” tegas Ahsan.

Dia menuturkan, sosialiasi yang dilaksanakan sangat penting, karena PIN juga langsung terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT). Karena mekanisme penerapan PIN tersebut secara online, maka ketika PIN itu dibuka online secara otomatis nomor ijazah masuk pada PDPT.

Sementara lanjut dia, ketika sistem PIN sudah diberlakukan di Unisa, kedepan nanti, instansi manapun termasuk pihak perusahaan, tidak perlu melihat data ijazah yang dilegalisir, tetapi cukup mengakses website Kemristekdikti. Dengan memasukan PIN itu, bukti ijazah langsung dapat dilihat di website tersebut.

“Jadi para alumni kita tidak perlu lagi melegalisir ijazah mereka ke kampus, ketika mereka membutuhkannya untuk melamar pekerjaan,” terangnya.

Senada juga dikatakan Kepala BAAK-SI Unisa, Fachrudin A Yahya. Menurutnya, PIN akan membantu mengecek secara langsung nomor ijazah ke web Menristekdikti, melalui Sistem Verifikasi Ijazah Nasional (Sivil) yang dapat diakses pada PDPT.

Dia menambahkan, pihak Kemristekdikti telah mengeluarkan pedoman untuk PIN, baik untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta(PTS). Penomoran tersebut terdiri dari 14 digit, yaitu lima digit pertama adalah kode prodi yang diambil, empat digit berikutnya adalah tahun lulus, dan lima digit terakhir adalah nomor urut ijazah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *