Kepala BKKBN Republik Indonesia Hasto Wardoyo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Tengah menyempatkan memberikan stadium general atau kuliah umum di Unisa Palu.

Ahli reproduksi dan bayi tabung itu membahas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Mantan Bupati Kulonprogo itu berpesan kepada Generasi Berencana (GenRe) untuk menjaga kesehatan reproduksi serta tidak buru-buru melakukan pernikahan dini, hamil diluar nikah dan bebas dari narkoba.

Ia menyebutkan, GenRe adalah program BKKBN yang dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Pada kesempatan itu Ia juga menyinggung soal kehamilan wanita dikolam renang yang viral di media sosial. Menurutnya, mustahil bagi seorang wanita hamil hanya karena seorang pria mengeluarkan sperma dalam satu kolam renang. Informasi tersebut merupakan hal yang bersifat sesat dan menyesatkan.

“Tidak benar kalau renang bersama itu berisiko hamil,” kata Hasto Wardoyo dihadapan para mahasiswa dan dosen di aula Ibnu Shina, Fakultas Kedokteran, Unisa, Kamis, (27/2).

Dia menjelaskan bahwa sangat sulit dan mustahil laki-laki yang berenang dan mengeluarkan sperma bisa menghamili perempuan dalam satu kolam. Secara medis sperma tidak akan dapat bertahan jika tidak di medianya.

Menurutya, sperma akan segera mati dan tidak bisa bergerak aktif kalau tidak berada di medianya.

“Air kolam renang bukan media sperma, dan dalam beberapa menit akan meninggal tidak viable lagi,” katanya.

Rektor Universitas Alkhairaat, Dr. Umar Alatas, mengatakan, kerjasama dengan BKKBN sudah berlangsung sejak tahun 2017 dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata Tematik.

Rektor berharap, kerjasama kali ini bisa ditingkatkan lagi melalui pusat studi kependudukan dan lingkungan hidup yang diketuai oleh Dr.H. Kasman Jaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here