Pengurus Daerah Himpunan Pemuda Alkhairaat (PD-HPA), Kota Palu bersama SmileTrain kembali menggelar operasi bibir sumbing dan celah langit-langit part II di Rumah Sakit Sis Aljufri, Jumat, (23/1). Kali ini, HPA Kota Palu dan Smile Train menggandeng Universitas Alkhairaat (Unisa) sebagai mitranya.

Rektor Unisa, Dr. Umar Alatas mengapresiasi aksi sosial bibir sumbing dan celah langit-langit yang digagas HPA dan SmileTrain itu juga dirangkaikan dengan perayaan milad Unisa ke-XXX dan Pekan Raya Unisa.

“Atas nama pimpinan Universitas mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada adik-adik HPA, mereka ini secara emosional juga bagian dari Unisa, karena sebagian besar pengurusnya adalah dosen dan pegawai Unisa,” kata Rektor saat jumpa pers di RS. Sis Aljufri, Jumat, (24/1)

Rektor juga mengatakan, sejumlah kegiatan besar digelar dalam rangka Milad Unisa, salah satunya, bhakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit yang bekerjasama dengan HPA Kota Palu dan Smile Train.

Ketua Panitia, Muhammad Umar mengatakan, bayi yang terdaftar sebanyak 25 orang dari berbagai Kabupaten, namun hanya 15 bayi berdasarkan hasil screening bisa diproses untuk dioperasi.

“Dari 25 pasien yang terdaftar, hanya 15 orang yang memenuhi syarat, mayoritas bayi laki-laki, penyebab tidak lolosnya karena berat badan tdk mencukupi dan faktor umur,” katanya.

Sementara itu, dari pihak RS. Sis Aljufri yang diwakili oleh dr. Amari juga memberikan apresiasi kepada HPA dan SmileTrain. Menurutnya, RS. Sis Aljufri dengan fungsi sosialnya untuk kedua kalinya memfasilitasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan sosial dengan membantu melakukan tindakan operasi.

Dibagian lain, dr Amari juga mengatakan bahwa kedepan RS. Sis Aljufri akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan yang bisa digunakan oleh Fakultas Kedokteran melakukan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Jadi data-data pasien seperti operasi bibir sumbing ini misalnya itu dikumpulkan untuk menjadi bahan penelitian dan kajian ilmiah bagi mahasiswa Kedokteran Unisa,” hematnya.

Dokter ahli penyakit dalam ini juga mengatakan, kedepan, RS. Sis Aljufri juga akan melayani tindakan operasi katarak dan batu ginjal, karena menurut pengamatannya kedua jenis penyakit itu yang paling banyak diderita oleh masyarakat Sulawesi Tengah.

Pihak yayasan yang diwakili Habib Abd. Rahman bin Ali Alhabsyi berharap, Smile Train melalui jaringannya di 84 negara dapat mengkampanyekan Alkhairaat agar lebih dikenal secara luas.

” Saya harap, kerjasamanya tidak hanya sampai disini, tapi lebih besar lagi, semoga Smile Train bisa menjadi ujung tombak agar gaungnya lebih luas lagi,” harap habib.

Pihak Smile Train, yang diwakili Silvina, pada kesempatan itu menyambut baik harapan pihak yayasan Alkhairaat Sis Aljufri. Cheppy sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kerjasama tidak berhenti sampai disitu saja melainkan akan terus berkelanjutan.

“Kenapa kami memilih HPA sebagai mitra kami, karena saya tau karena lembaga ini memiliki jaringan hingga kepelosok desa-desa,” tahun ini, kami akan melaksanakan tiga kali baksos,” katanya.

Menurut Chepy, mereka juga sudah memiliki Komunitas Keluarga Senyum Baru beranggotakan peserta yang sudah berhasil dioperasi yang kembali tersenyum ceria.

Ia juga mengatakan, pihak Smile Train juga akan membangun rumah singgah yang akan dipusatkan di Alkhairaat. Keberadaan rumah singgah tersebut juga diharapkan menjadi pusat informasi.

Selain itu, Smile Train dan HPA Kota Palu juga akan memberikan program atau pelatihan cara pemberian nutrisi yang baik kepada para ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas tersebut.

“Jadi tidak lagi menunggu baksos, banyak pasien yang ditunda operasinya karena hasil scaningnya berat badan bayi atau anak tidak sesuai dengan usianya alias dibawah batas normal yang disebabkan karena kurang gizi,” katanya.

Smile Train sendiri sudah menangani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit sebanyak 80 ribu pasien didunia. Sementara untuk Sulawesi Tengah sejak tahun 2002 hingga saat ini sudah 1300 pasien bibir sumbing dan celah langit-langit yang kembali tersenyum ceria.

Ia mengaku masih banyak program yang bisa dikerjasamakan dengan HPA antara lain, pelatihan bagi ibu-ibu anak bibir sumbing, tips mengajarkan anaknya kembali mendapatkan kepercayaan diri dan berbicara sebagaimana lazimnya.

Sekjen DPP HPA, Taufik Lasenggo berharap, PD HPA di sejumlah Kabupaten dapat mengikuti langkah PD HPA Kota Palu.

” Saya harap Pengurus Daerah HPA di Kabupaten dan daerah lain juga antusias merespon kegiatan semacam ini untuk memfasilitasi Smile Train,” katanya.

Taufik juga berharap, Pemerintah Daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota juga merespon kegiatan sosial seperti ini, karena HPA dan SmileTrain secara tidak langsung telah ikut membantu mensukseskan program pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here