Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu kembali menjalin kerjasama dengan lembaga yang dinilai dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dan lulusannya, kali ini dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Senin (12/11/2018), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu dr. H.A Mukramin Amran, Sp.Rad yang diwakili oleh Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu dr Wijoyo Halim menandatangani MoU dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Muhammad Djazuli Ambari, di Aula Fakultas Kedokteran Unisa Palu.

Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unisa Palu dr Lutfia Hasabudin menjelaskan, jika kerjasama tersebut dilakukan karena melihat kehadiran rumah sakit lapangan BSMI di Kabupaten Sigi dapat menjadi kesempatan besar bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisa Palu sebagai tempat belajar tentang kesehatan matra, yang telah menjadi salah satu visi misi Fakultas Kedokteran Unisa Palu.

Dimana nantinya mahasiswa Fakultas Kedokteran, tidak hanya sekedar berkunjung di rumah sakit lapangan itu, namun sebelebihnya dapat menjadikan sebagai tempat belajar menangani masalah pelayanan kesehatan di lapangan.

Sebab tentu sangat berbeda antara rumah sakit lapangan dengan rumah sakit pada umumnya. Baik dari segi suasana maupun dari segi psikologi saat dalam kondisi seperti itu.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Bulan Sabit Merah Indonesia Muhammad Djazuli Ambari menambahkan, jika ini adalah dalam rangka pengabdian pada masyarakat untuk kampus Unisa Palu khususnya Fakultas Kedokteran, mereka nantinya akan bersinergi dengan rumah sakit lapangan yang ada di Sigi Biromaru, dengan menyertakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisa Palu maupun juga dosennya dalam pelayanan di rumah sakit lapangan, maupun nanti di klinik yang akan dibangun di Jalan Guru Tua Kabupaten Sigi.

Pembangunan klinik tersebut sebagai respon permintaan Bupati Sigi kepada BSMI agar bisa bertahan dua bulan lagi kedepan. Lokasi jalan guru tua dipilih agar dapat permanen untuk satu tahun kedepan.

Kerjasama ini akan berjalan kurun waktu lima tahun, dan bisa diperbaharui atau diperpanjang. “BSMI juga berkeinginan agar kemampuan memotori rumah sakit lapangan juga dimiliki oleh Unisa, agar peran Unisa di masyarakat wilayah Sulawesi khususnya Sulawesi Tengah bisa lebih dari yang ada saat ini, khususnya di bidang kesehatan,”ungkap Muhammad Djazuli Ambari. Senin (12/11/2018).

Dengan harapan kata Djazuli, hayalan mahasiswa selama ini tentang rumah sakit lapangan bisa mereka saksikan langsung, sebab mungkin selama ini hanya mereka saksikan lewat foto-foto atau gambar-gambar, namun dengan adanya rumah sakit lapangan di Sigi dan melalui kerjasama, mereka bisa melihat dan praktek di sana.

“Dengan harapan bisa mereka kembangkan, sehingga rumah sakit lapangan yang mereka miliki nantinya lebih inovatif lagi,”harap Djazuli.

Sementara itu, salah satu dokter yang dimiliki BSMI, DR, dr Basuki Supartono mengungkapkan, jika Indonesia itu berada di pusat bencana, sehingga sewaktu-waktu bisa saja terjadi bencana, dan jika bencana datang infrastruktur bisa saja ikut terkena dampaknya, salah satunya rumah sakit, sehingga perlu yang namanya rumah sakit lapangan.

Sekalipun Rumah sakit lapangan tersebut hanya berbentuk tenda, sebab dalam kondisi bencana seperti gempa biasanya masyarakat takut dan trauma masuk ke dalam gedung-gedung. Dan rumah sakit lapangan menjadi salah satu solusinya, selain juga rumah sakit lapangan ini sifatnya lebih fleksibel mudah dipindahkan.

“Rumah sakit lapangan mudah dipindahkan, ini sifatnya mobail,”ungkapnya, usai mengisi kuliah Umum, di Fakultas Kedokteran Unisa Palu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here